Pages

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I mengalami defisit

JAKARTA--MI: Pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2010 hanya mencapai 5,7%. Padahal secara keseluruhan tahun, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan secara keseluruhan, pertumbuhan triwulan pertama 2010 mencapai 5,7% atau dengan nilai nominal Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku hingga triwulan I/2010 adalah Rp 1498,7 trilun.

"Kita sekarang defisit dari target 5,8% keseluruhan tahun. Ini tinggal bagaimana kita (pemerintah) ngejar target agar bisa mencapai 5,8% secara keseluruhan tahun," ujar Rusman seusai melakukan konferensi pers di Jakarta, Senin (10/3).

Jika dilihat dari sumbangan komponen PDB, sumbangan dari sektor konsumsi pemerintah menunjukkan angka minus 0,6% atau tumbuh minus 8,8% jika dibandingkan triwulan pertama tahun 2009.

"Spending pemerintah pada triwulan I/2009 cenderung banyak karena ada APBNP yang dipercepat. Juga karena ada belanja KPU. Sementara triwulan pertama ini baru 14,7% (dari total belanja pemerintah) dari 15,4 di triwulan I/2009," ujar dia.

Sementara itu, penyumbang tertinggi adalah dari sektor perdagangan (ekspor impor) yang menyumbang 7,7% dari sisi ekspor atau tumbuh 19,6% dibandingkan triwulan pertama 2009. Selain itu, pengeluaran konsumsi rumah tangga masih menyumbang banyak yaitu 2,3% dengan pertumbuhan 3,9% dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menyumbang 1,8% dan tumbuh 7,9% di triwulan pertama ini. Sementara faktor pengurang adalah impor yang menyumbang pengurangan 6,7% atau tumbuh 22,6% di triwulan pertama.

Menurut data BPS hingga triwulan I/2010 ini, pertumbuhan ekonomi triwulan ini disumbang terbesar oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran yaitu menyumbang 1,6% atau pertumbuhan year on year pada triwulan pertama sebesar 9,3%.

Sementara, kontributor kedua adalah pengangkutan dan komunikasi sebesar 1% dengan pertumbuhan triwulan pertama 11,9%, diikuti oleh industri pengolahan yang menyumbang 0,9% dengan pertumbuhan triwulan pertama sebesar 3,6%.

Jika dilihat dari laju PDB secara triwulanan, pada triwulan pertama ini dibandingkan dengan triwulan keempat tahun 2009 mencapai 1,9%. Dalam komponen triwulanan tersebut, porsi belanja pemerintah terlihat sangat turun yaitu mengalami pertumbuhan minus 44,4%. Padahal pada pertumbuhan triwulanan pada triwulan pertama 2009 hanya mengalami minus 28,73%.

Sementara sumbangan dari sisi perdagangan meningkat. Yaitu untuk ekspor meningkat menjadi minus 4,1% dan impor menjadi minus 2,3% dibandingkan dengan pertumbuhan triwulanan pada triwulan pertama 2009 yaitu ekspor minus 16,88% dan impor minus 19,08%.

Namun, menurut Rusman, pertumbuhan ekonomi yang didasari oleh bidang perdagangan untuk Indonesia masih belum bersifat jangka panjang.

"Kontribusi perdagangan untuk pertumbuhan ekonomi sifatnya tidak permanen hanya fenomenanya yang meningkat. Yang kita harapkan dalam jangka panjang adalah pertumbuhan ekonomi harus dari sektor pengolahan. Itu yang paling fundamental karena menjamin kontinyuitas tenaga kerja," jelas dia.

Sumber: mediaindonesia.com
Komentar:
ini merupakan dampak dari masih banyaknya masalah yang dihadapi oleh negara kita, jadi untuk pembangunan belum berkonsentrasi 100%, ini akan bisa ditingkaktkan setelah nanti selesai dengan pergantian menteri keuangan dan masalah - masalah lainnya

akhiruddin lubis

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.