Pages

Etika, Etiket dan Filsafat Moral Utilitarianisme

Etika memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut:
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau bias juga diartikan sebagai nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.

  • Etika sendiri berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik

  • Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas.

  • Bagi sosiolog, etika adalah adat, kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu.

Contoh Etika:
  • Polisi yang benar-benar membela kebenaran, atau hakim yang memutuskan secara adil, atau pengacara yang benar-benar berkata jujur tanpa dipengaruhi uang suap.
  • Memberi segala sesuatu dengan menggunakan tangan kanan
  • Berbicara dengan orang lain dengan sopan dan santun
  • Duduk ketika makan
  • Bertegur sapa apabila bertemu dengan teman apabila bertemu di suatu tempat/ waktu
  • Mengucapkan salam ketika hendak masuk ke dalam rumah seseorang.
  • Mengucapkan terimakasih apabila mendapatkan bantuan atau sesuatu dari seseorang

Contoh etiket:
  • Memakai pakaian terbuka bagi budaya timur tengah tidak diperbolehkan tetapi bagi budaya barat itu hal yang biasa.
  • Melakukan sesuatu dengan tangan kiri atau dengan tangan kanan apabila digunakan untuk mencuri maka akan sia-sia
  • Berciuman dan berpelukan di depan umum dibudaya timur tidak diperbolehkan, tetapi dibudaya barat itu hal yang biasa.
  • Anggota DPR yang membuat undang-undang dan menjadi wakil rakyat, namun dibelakang banyak yang terlibat korupsi, tidur saat rapat dan sebagainya.

Sistem Filsafat Moral Utilitarianisme


Utilitarianisme secara etimologi berasal dari bahasa Latin dari kata Utilitas, yang bearti useful, berguna, berfaedah dan menguntungkan. Jadi paham ini menilai baik atau tidaknya, susila atau tidak susilanya sesuatu, ditinjau dari segi kegunaan atau faedah yang didatangkannya (Salam, 1997: 76). Sedangkan secara terminology utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tidak bermanfaat, tak berfaedah, merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak (Mangunhardjo, 2000: 228).


Pendapat saya tentang filsafat utilitarianisme ini adalah filsafat ini terlalu menekankan kegunaan, faedah dan manfaat untuk menentukan baik buruknya perbuatan. Jika kegunaan suatu tindakan itu hanya untuk dirinya sendiri. Padahal pandangan orang tentang kegunaan dan manfaat sangat subyektif dan berbeda-beda. Kemudian filsafat ini juga hanya memperhatikan akibat tetapi bukan hakikat dari perbuatan, jika hanya memperhatikan akibat, semua orang hanya akan berfikir tentang kegunaan bagi dirinya sendiri bukan untuk kegunaan bagi semua orang.





Sumber:




akhiruddin lubis

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.