Pages

Sebab-Sebab Tertolaknya Do’a Seseorang



Diantara sebab-sebab tertolaknya do'a adalah sebagai berikut:
  1. Bergampangan dalam hal yang haram, baik dalam hal makanan, pakaian, minuman dan peberian makan.

    Hadist dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Ta'ala memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang juga dia tunjukkan kepada para rasul: "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" dan dia juga berfirman: "hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah". Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang letih dalam perjalanannya, rambutnya berantakan, dan kakinya berpasir seraya dia menengadahkan tangannya ke langit dan berkata, " Wahai Rabbku, wahai Rabbku". Padahal makanannya haram, minumannya harama, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan".
        ada yang mengatakan sebagaimana yang Ibnu Rajab rahimullahu Ta'ala katakan tentang makna hadits ini: Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang thayyib (baik) lagi thahir (suci) dari semua perkara yang bisa merusaknya seperti riya' dan ujub. Dan dia juga tidak menerima harta kecuali yang thayyib lagi halal, karena sifat thayyib bisa menjadi sifat bagi amalan, ucapan, dan keyakinan. Yang dimaksudkan disini adalah bahwa para rasul beserta umat mereka diperintahkan untuk memakann makanan yang thayyib dan menjauh dari semua yang khabits (jelek) lagi haram. Kemudian menyebutkan diakhir hadits akan mustahilnya doa dikabulkan tatkala pelakunya bergampangan dalam hal makan, minum, pakaian dan pemberian makan

  2. Terburu-buru lalu menghentikan do'a

    Diantara penghalang dikabulkannya doa adalah seorang yang tergesa-gesa (yakni orang yang menganggap do'anya sudah tidak dikabulkan) sehingga dia pun menghentikan berdoa hanya karena pengabulan doanya diundur oleh Allah. Rasulullah menyebutkan amalan ini sebagai salah satu dari sebab-sebab tertolaknya dia, agar hamba tidak berhenti berharap kepada-Nya agar doanya dikabulkan sampai kapan pun, karena Allah mencintai orang-orang yang sangat berharap dalam doa
    Dari Abu Huraurah ra, berkata: sesungguhnya rasulullah saw bersabda: "doa salah seorang diantara kalian pasti akan kamu kabulkan selama dia tidak tergesa-gesa, yaitu dia mengatakan: saya sudah berdoa tetapi belum dikabulkan".
     
  3. Mengerjakan Maksiat dan hal yang diharamkan

    Melakukan maksiat juga bisa merupakan suatu penghalang tidak dikabulkannya sebuah doa oleh Allah SWT, sebagian ulama salaf ada yang mengatakan "jangan kamu heran jika pengabulan doamu terlambat, karena telah menutupi jalan datangnya dengan kemaksiatan".
    Tidak diragukan baghwa kelalaian dan terjatuh dalam syahwat yang diharamkan oleh Allah SWT adalah termasuk dari sebab-sebab diharamkannya seseorang mendapat kebaikan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kamum sehingga diri mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, dan apabila allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia".

  4. Meniggalkan kewajiban yang telah Allah wajiban

    Mengerjakan ketaatan merupakan sutau sebab dikabulkannya doa, maka demikian halnya dengan meninggalkan kewajiban adalah salah satu dari sebab-sebab tidak terkabulnya doa. Nabi SAW bersabda: "demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, kalian harus betul-betul memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang mungkar, kalau tidak maka betul-betul dikhawatirkan oleh Allah akan menjatuhkan kepada kalian semua siksaan dari-Nya, kemudian kalian berdo'a kepada-Nya akan tetapi Dia tidak mengabulkannya".

  5. Berdo'a untuk maksiat atau untuk memutuskan silaturrahmi
  6. Hikmah dari Allah sehingga terkadang Dia memberikan sesuatu yang lebih utama dari pada apa yang dia minta.

    Terkadang seseorang itu mengira bahwa do'anya belum dikabulkan padahal do'anya sudah dikabulkan dengan sesuatu yang lebih banyak daripada apa yang dia minta, atau dia dihindarkan dari berbagai musibah, penyakit dan sebagainya yang mana itu lebih baik dan utama dari apa yang dia mita, ataukah Allah mengundurkan pengabulan do'anya sampai hari kiamat.
Sumber: Diolah dari Risalah Tauhid, Edisi 041, Tahun III

akhiruddin lubis

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.